Langsung ke konten utama

Postingan

Sebuah Puisi : Kau Bilang Kami..

Ini puisi dariku, Untukmu yang belum terbuka mata hatinya.. Kau Bilang Kami... Kau bilang kami teroris Tapi siapa yang membombardir rakyat palestina hingga menangis? Kau bilang kami teroris Tapi siapa yang memulai Perang Dunia nan legendaris? Kau bilang kami teroris Tapi siapa yang menjajah dunia dengan 3G yang kau anggap manis? Kau bilang kami teroris Tapi siapa yang membantai Rohingnya tanpa belas kasih? Kau anggap kami ini radikal Padahal kami hanya membela saudara yang dibantai tanpa akal Kau anggap kami ini radikal Padahal kami hanya berusaha untuk taat dan tawakal Kau anggap kami ini radikal Tapi saat kami ingin menjelaskan kau tolak dan malah bertindak brutal Kau anggap kami ini radikal Hey cobalah berkaca, mungkin kau saja yang terlalu liberal Jum'at menjelang siang di Yogyakarta, 26 April 2019 Dariku, Devanda

Jangan Jadi JOFISA Setengah-Setengah

  Ini adalah salah satu postingan saya di akun instagram @jomblofisabilillah yang menurut saya cukup 'ngeh' karena saya tulis berdasarkan curhatan pribadi. Terinspirasi dengan teman-teman yang 'mengaku' JOFISA tapi kelakuan kaya orang kesurupan. Brutal. Padahal arti kata Jomblo Fisabilillah adalah Jomblo di Jalan Allah yaitu jomblo yang menghabiskan waktu 'kejombloannya' untuk menghidupkan sunnah serta berdakwah. bukan sekedar numpang ngeksis dengan bertitle JOFISA. Semoga bermanfaat :) Jangan Jadi JOFISA Setengah-Setengah Katanya JOFISA, tapi sama lawan jenis masih deket-deketan. Ayo Hilangkan! Kalau gak sanggup ya sekedar kurangkan! Katanya JOFISA, tapi masih aja iri sama orang pacaran. Padahal udah jelas haram. Hilangkan! Katanya JOFISA, tapi senang kalau teman pacaran. Harusnya sedih karena teman terjerumus kemaksiatan. Teman macam apa? Ayo Hilangkan! Katanya JOFISA, tapi masih sering ngomong baik tentang pacaran. Padahal udah jelas haram. Ayo Hila...

Gonta-ganti Pacar, Itu Laku Apa Murahan?

Assalamu’alaikum wr. wb             Banyak orang yang bangga kalau udah punya “mantan” banyak. Bahkan merendahkan orang lain yang sama sekali gak pernah pacaran. Tapi kalau kita telurus lebih dalam. Orang yang udah pacaran berkali-kali bisa aja disebut “murahan”. Kenapa murahan? Ya karena mereka mau aja dijadiin mainan... kok mainan? Yaiyalah yang namanya pacaran kan cuman mainan-__- Gaada pacaran yang seriusan. Kalau serius mah datengin walinya, bukan datengin putrinya -___-             Selain itu kita main logika aja, barang murah pasti laku kan? Artinya kalau laku bisa juga disebut murah. Ada sih laku tapi mahal, tapikan gak selaku kalau barang itu murah, yakan :D Jadi, kalau barang itu kualitasnya sama, tapi lebih murah, ya pasti lebih laku dong! Liat aja HP samsung yang harganya 1 jutaan, pasti lebih laku dibanding Iphone yang harganya 10jutaan. Padahal kualitas sa...

Kami Bukan Robot! (Curhatan Pelajar Masa Kini)

Kami bukanlah robot, yang tidak punya rasa lelah. Kami bukanlah robot, yang selalu sigap tanpa mengeluh apabila diperinta. Kami bukanlah robot, yang dengan mudahnya mengerjakan segala tugas yang dibebankan, Kami bukanlah robot, yang tidak perlu beristirahat. Kami manusia! butuh istirahat apabila penat. Kami manusia! perlu refresing, bebas dari beban tugas. Kami manusia! yang hidup bukan hanya untuk mengerjakan tugas sekolah. Kami manusia! yang sarapan dengan makanan, bukan dengan soal! Kami manusia! hidup kami bukan hanya untuk tugas. Kami manusia! makhluk Allah, butuh waktu untuk beribadah. Kami manusia! bisa down apabila diberikan terlalu banyak tugas. Kami manusia! yang belajar untuk hidup, bukan hidup untuk belajar! Maaf apabila kami berontak Karena kami butuh istirahat Terlepas dari kepentan menuntut ilmu Terlepas dari kepenatan menatap berbagai soal. Bapak dan ibu guru yang kami hormati Mohon dengarkanlah keluhan kami Apalagi kini kami hampir menghadapi UN ...

Mencintai Rasulullah

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatu sahabat semua...Kali ini saya, Devanda ingin menulis tentang mencintai Rasulullah SAW. Semoga sahabat semua berkenan membaca :)             Rasulullah adalah lelaki termulia di dunia ini. Kekasih Allah yang patut diteladani. Dari mulai perjuangannya menegakkan agamaNya hingga dalam lingkup kehidupan sehari-hari pun banyak yang dapat kita teladani dari beliau SAW.   Tak dapat dipungkiri banyak yang menjadikan beliau idola. Banyak orang yang “mengaku” mencintai beliau. Koar-koar di media sosial. Maulidan bikin status, shalawatan bikin status, sampe makan jengkol pun bikin status(canda doang). Di dunia maya bak pecinta Rasulullah sejati, tapi nyatanya? Beuh jauh amat. Katanya cinta Rasul, buang sampah masih sembarangan. Beli pakaian yang kekurangan bahan. Dikit-dikit marah kaya orang kesurupan. Dinasehatin jadi sok budek gak bisa mendengarkan. Shalat udah ditinggalkan, tapi min...

Ngajak Pacaran, Situ Laki?

            Pacaran, istilah yang menggema di kalangan muda-mudi yang sedang dimabuk cinta. Bukan cinta biasa, tapi cinta yang ada di kebun binatang. Sukanya gelantungan, makan pisang dan kadang kelakuannya hampir kaya manusia. Ya cinta monyet namanya. Bahasa jawanya mah tresna munyuk bwahaha....             Oke, kembali ke topik permasalahan. Banyak orang sekarang menyangka, lelaki yang mengajak pacaran itu jantan. Tapi itu cuman mbelgedes, kebohongan semata. Gaada laki-laki sejati yang ngajak maksiat. Kok maksiat? Lhah kan pacaran biangnya maksiat. Sumber dari segala sumber zina mungkin kali ya.. Bukannya lebay, tapi emang fakta yang bisa dibuktikan. Kalau ngak percaya, tanya aja ke mbah gugel, dijamin jawabannya semua tercantum di situ.             Lelaki yang mengajak pacaran, boleh dibilang diragukan keja...

Semesta pun Bertasbih

Nih, mumpung masih musim hujan, kebetulan juga saat gue nulis ini suasananya mendung gelap. kaya bakal hujan gede tuh, setelah sekian lama ga hujan huehehe. Juga mumpung gue ga males ngepost. Dan ini juga jadi first post buat gue. Maklum blog baru huehehe. Gausah heran pengantarnya beginian. Maklum gue emang orangnya rada-rada :v Okeh daripada ntar kepanjagan langsung aja. Ini salah satu karya gue tentang hujan, cekidot.. Semesta pun Bertasbih Mendung pekat di langit biru Berarak sendu bersama gemuruh Tetes hujan bersiap tuk jatuh Membawa rahmat dalam hidup T etes demi tetes mengalun merdu Memecah keheningan di hati daku Suasananya merasuk qalbu Sungguh indah kuasaMu Yaa Rab Semesta pun bertasbih Memuji asmaMu yang indah Engkaulah sang Penguasa Segala yang ada di alam raya Tapi mengapa aku tak menyadaei Ku terlalu sombong padamu Sungguh aku menyesal Tuhanku Ku harap Kau mengampuniku   Devanda Tasya, 9 November 2015 pukul 16.40